Untuk membangun sebuah gedung dengan efisiensi waktu dan keamanan terjamin, diperlukan pemahaman mengenai jenis bata ringan hebel. Pasalnya, saat ini jenis material bangunan ini telah mengambil peran sentral dalam industri konstruksi.
Material bata hebel ini memiliki karakteristik ringan, presisi, hingga ramah lingkungan. Salah satu bata ringan yang banyak dipilih vendor konstruksi yaitu bata ringan Citicon. Jenis bata ringan Citicon AAC Grade A1 ini terbukti membuat dinding bangunan modern kokoh dengan budget ekonomis.
Tentunya jenis hebel yang bagus tersebut sangat berbeda dengan bata merah yang umumnya digunakan dalam industri konstruksi konvensional. Sebelum mempelajari mengenai jenis-jenis bata ringan, kita perlu memahami terlebih dulu apa yang dimaksud bata ringan hebel?
Apa Itu Bata Ringan Hebel?
Bata Hebel merupakan salah satu material konstruksi bangunan terpenting yang berbentuk balok. Bahan material untuk membuat bata hebel sendiri diperlukan campuran pasir silika, semen, kapur, air, serta bahan material khusus.
Dalam proses pembuatannya, bata hebel dibuat menggunakan mesin tekanan dan suhu tinggi untuk menghasilkan pori. Struktur pori inilah yang menjadikan jenis bata ringan hebel terasa enteng dibandingkan batako ataupun bata merah.
Jenis-Jenis Bata Ringan Untuk Industri Konstruksi
Perlu diketahui bahwa bata ringan hebel tidak hanya memiliki satu jenis saja. Di tengah perkembangan inovasi diberbagai bidang, bata ringan memiliki beberapa jenis dengan kualifikasi berbeda. Dengan mengetahui jenis hebel dan harganya, kamu akan dapat memilih material yang pas.
1. AAC (Autoclaved Aerated Concrete)
Jenis bata ringan ini sangat umum digunakan oleh vendor industri bangunan di Indonesia. Adapun penamaan dari jenis bata ringan hebel AAC ini didasarkan pada proses produksinya yang menggunakan tekanan dan suhu tinggi autoclave.
Di mana proses pembuatan material tersebut menghasilkan balok bata ringan dengan pori udara yang sama dan stabil. Tidak hanya itu, jenis hebel AAC ini terbukti memiliki daya isolasi suara dan suhu panas yang cukup bagus.
2. CLC (Cellular Lightweight Concrete)
Berbeda dengan jenis bata hebel AAC, hebel Cellular Lightweight Concrete ini dibuat tanpa proses autoclave. Dalam proses produksi jenis bata ringan CLC ini, saat pencampuran material udara akan dimasukan ke foam agent.
Beratnya cukup ringan, tapi perlu diketahui pula bahwa kekuatan dan kepadatanya bisa berbeda-beda untuk setiap merk bata ringan hebel. Bergantung produsen dari bata ringan hebel tersebut, sehingga perlu memastikan berat dari beberapa merk bata ringan agar sesuai dengan kebutuhan konstruksi.
3. Bata Ringan Panel
Tidak hanya berbentuk balok, kreativitas inovasi pengembangan bata ringan saat ini telah menghadirkan bata ringan berupa panel. Dengan adanya inovasi ini, industri konstruksi modern untuk bangunan komersil dapat menggunakan jenis bata ringan berbentuk panel agar lebih cepat.
Selain digunakan untuk konstruksi dinding, bata ringan berbentuk panel ini dapat diaplikasikan untuk pembuatan panel lantai. Bentuknya yang berupa lembaran dapat digunakan sebagai pelat lantai bertingkat. Sehingga tidak perlu kerepotan mengecor secara konvensional.
Jenis ukuran hebel panel berbentuk lembaran dak ini tentunya sangat efisien tenaga dan waktu untuk pembangunan gedung tinggi. Namun, perlu diperhatikan pula perhitungan yang presisi dalam penggunaannya.
Apa Saja Keunggulan Jenis Bata Ringan Hebel?
Dengan banyaknya permintaan bata ringan hebel di pasar industri konstruksi Indonesia, tentunya menandakan bahwa bata ringan hebel memiliki banyak keunggulan. Hingga akhirnya banyak orang memilih jenis bata ringan ini. Berikut adalah beberapa keunggulan jenis bata hebel.
- 1. Sangat Ringan
Keunggulan utama dari bata hebel tentunya adalah bobot massanya yang sangat ringan dibanding batu bata atau batako. Dengan bobotnya yang ringan, bata hebel dapat mengurangi beban struktur pondasi bangunan serta efisiensi dalam transportasi.
- 2. Peredam Panas dan Suara
Berbeda dengan batako, struktur material yang berpori menjadikan bata ringan hebel dapat menjaga suhu ruang agar tetap sejuk. Tidak hanya itu, bata hebel juga dapat meredam suara bising cukup baik.
- 3. Ukuran Presisi
Setiap produksi jenis bata ringan hebel, memiliki ukuran presisi dan seragam. Hal ini sangat memudahkan petugas lapangan dalam proses pemasangannya. Sehingga, pembangunan menjadi lebih efisien serta hanya membutuhkan sedikit mortar tipis.
- 4. Tahan Api dan Rayap
Apabila dibandingkan dengan material kayu, bata ringan hebel tentunya lebih tahan api dan anti rayap. Pasalnya, bahan material pembuatan bata hebel dari bahan anorganik yang tidak disukai rayap serta tidak mudah terbakar seperti kayu ataupun plastik.
- 5. Tahan Gempa
Tidak kalah penting, bata ringan hebel banyak disukai karena memiliki daya fleksibilitas yang cukup tinggi. Di mana hal ini menjadikannya material bahan bangunan yang bisa menahan guncangan gempa. Terlebih lagi, ini sangat cocok dengan struktur geografis Indonesia yang memang rawan gempa.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan jenis bata ringan hebel yaitu ada tiga AAC, CLC, dan Bata Panel. Ketiganya memiliki keunggulan yang banyak disukai karena efisiensi dan kompatibel di lingkungan Indonesia.