Produk bata ringan sering kali dimanfaatkan untuk pekerjaan dinding dalam jumlah besar. Untuk menghasilkan dinding yang rapi dan kuat, pekerja perlu memahami cara pasang bata ringan sesuai dengan standar.
Bagi pekerja yang sudah terbiasa dengan pemasangan bata konvensional, sistem bata ringan mungkin terasa berbeda. Jika sudah memahaminya, proses pemasangan bata ringan justru terasa lebih efisien. Perlu teknik dan ketelitian supaya hasil dinding terlihat rapi dan lurus.
Cara Pasang Bata Ringan
Pada dasarnya, cara pasang bata ringan terbilang mudah dan tidak menyulitkan pekerjaan di lokasi proyek. Berikut panduan detail terkait cara pasang bata hebel dari awal hingga selesai. Simak sampai akhir agar tidak ketinggalan informasi!
1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum memulai tahap pemasangan, pekerja perlu menyiapkan ketersediaan alat dan bahan. Beberapa alat yang umum digunakan antara lain roskam bergerigi, ember adukan, waterpass, palu karet, gergaji khusus bata ringan, serta benang tukang untuk menjaga kelurusan dinding.
Selain alat tersebut, pekerja juga perlu menyediakan produk bata ringan dan perekat khusus. Bahan campuran untuk pasang bata ringan berbeda dari adukan semen biasa. Pekerja memerlukan perekat khusus atau mortar instan yang pas untuk lapisan tipis.
Menyiapkan alat dan bahan secara lengkap sejak awal akan sangat membantu kelancaran pekerjaan. Jika alat dan bahan lengkap, pekerja tidak perlu berhenti di tengah proses untuk mencari peralatan tambahan.
2. Tahap Persiapan
Rangkaian cara pasang bata ringan yang kedua adalah tahap persiapan. Pada tahap ini, permukaan lantai atau sloof tempat dinding akan berdiri harus dipastikan rata, bersih, dan bebas dari kotoran.
Apabila sloof tidak rata atau kotor, daya rekat mortar akan terganggu. Agar memudahkan pemasangan, pekerja biasanya membuat garis panduan menggunakan benang bangunan untuk memastikan arah dinding tetap lurus.
Garis ini akan menjadi acuan selama proses pemasangan berlangsung, sehingga susunan bata tidak bergeser atau miring. Pada tahap ini juga dilakukan pengecekan ukuran dan posisi bukaan seperti jendela atau pintu.
3. Tahap Pemasangan
Tahap inti dari cara memasang bata ringan dimulai dengan mengoleskan mortar perekat pada permukaan bata menggunakan roskam bergerigi. Kemudian, pekerja akan meratakan perekat sehingga membentuk lapisan tipis.
Bata ringan lalu ditempatkan di atasnya sambil ditekan perlahan agar menempel dengan kuat. Pekerja juga perlu melakukan pengecekan menggunakan waterpass untuk memastikan posisinya tetap lurus dan rata.
Jika terdapat sedikit pergeseran, tukang dapat mengetuknya secara perlahan menggunakan palu karet hingga posisinya kembali sesuai dengan garis panduan. Proses pemasangan bata ringan menggunakan pola susunan berselang, mirip dengan pola pada bata konvensional.
4. Finishing
Setelah seluruh bata tersusun dengan baik, tahap berikutnya dari cara pasang bata ringan adalah finishing atau penyempurnaan permukaan dinding. Sambungan-sambungan yang masih kurang rapi biasanya dirapikan kembali dengan mortar.
Tahap finishing tidak hanya bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan dinding. Namun, juga berguna untuk memastikan tampilan akhir dari pengerjaan. Apakah sudah rapi dan siap untuk tahap pekerjaan berikutnya.
Tips Penting Selama Memasang Bata Ringan
Tidak kalah penting dengan panduan cara pasang batu bata ringan di atas, pekerja juga sebaiknya memperhatikan beberapa tips di bawah ini. Jika semua detail kecil diperhatikan dengan baik, hasil akhir pemasangan akan lebih maksimal.
1. Jaga Kebersihan Bata Ringan
Sebelum masuk ke tahap pemasangan, pekerja perlu memastikan kondisi bata ringan bersih dari kotoran atau sisa potongan. Pasalnya, kotoran atau sisa potongan yang menempel pada permukaan bata dapat mengurangi daya rekat mortar.
Akibatnya, sambungan antar bata menjadi kurang kuat dan berpotensi menimbulkan retakan pada dinding di kemudian hari. Oleh karena itu, pekerja perlu memeriksa kebersihan bagian permukaan bata ringan sebelum mengaplikasikannya.
2. Perhatikan Ketebalan Mortar
Cara memasang bata ringan yang benar mengharuskan pekerja untuk menggunakan mortar dengan lapisan tipis. Tujuannya agar sambungan antar bata tetap rapat dan presisi. Meski sepele, banyak pekerja masih memasang bata ringan dengan mortar yang terlalu tebal.
Penggunaan mortar yang terlalu tebal tentu membuat pekerjaan pemasangan bata ringan menjadi boros material. Setelahnya, bagian permukaan dinding juga berpotensi menjadi tidak rata.
3. Atur Ketinggian agar Tidak Ambles
Selama proses pemasangan, pekerja perlu untuk memperhatikan ketinggian dinding agar tidak terjadi penurunan atau ambles pada bagian tertentu. Jika pemasangan terlalu tinggi, tekanan dari bata di bagian atas dapat memengaruhi kestabilan susunan di bawahnya.
Untuk menghindari hal tersebut, pemasangan sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil terus mengecek kelurusan dan ketinggian dinding. Kesalahan pasang bata ringan miring dan terlalu tinggi membuat dinding tidak kokoh.
Penutup
Pada dasarnya, cara pasang bata ringan tidak jauh berbeda dengan pemasangan bata konvensional. Pekerja perlu memperhatikan detail-detail kecil agar hasil akhirnya bagus. Tidak lupa, gunakan bata ringan Citicon dari BJ Indo Perkasa yang terbukti kualitasnya.